Di PAUD Ahbab rahman, tempat anak saya sekolah. Setiap pagi, ibu guru bertanya pada anak-anak: "Min Aiz Gannah?" Siapa yang mau surgaaa?
Serentak anak-anak jawab: Anaaa (Saya)
Pertaanyaan ini biasa dilontarkan saat si ibu guru datang ke kelas untuk mengambil perhatian anak binaannya. Biasanya terdengar sampai keluar.
Saat pulang, saya tanya isteri: kenapa annak-anak itu antusias sekali kalau ditanya, kan mereka belum faham masalah surga? Dan kenapa ibu gurunya sudah memperkenalkan Alam ghaib kepada anak PAUD, padahal usia mereka masih kecil dan terbiasa hidup dengan sesuatu yang bersifat kasat mata?
Gini bi, biasanya gurunya suka ngiming-ngimingin kalau di surga nanti ada coklat, ada permen, ada Es cream, roti dan berbagai macam makanan yang mereka suka.
Jadiinya, kalau ditanya masalah surga, mereka langsung serentak jawab: Saya mauuuu. Jawab isteri saya.
oo gitu ya..
Pelajaran:
Mari kita belajar kembali cara untuk mendakwahkan islam ini dengan cara yang menarik, santun, dan menyenangkan tanpa mengurangi substansi, sebagaimana yang ibu guru tadi contohkan.
Tidak mesti merayu orang dengan kehidupan akherat itu dengan menonjolkan sisi bidadarinya saja, karena bisa jadi orang yang kita hadapi adalah orang kaya, isterinya empat dan cantik-cantik dan tidak sedang mendambakan bidadari lain.
Carilah sisi-sisi yang orang kita dakwahi itu dambakan.
Semoga bermanfaat

Inspiratif skali ustadz
BalasHapus